Tampilkan postingan dengan label entry level DSLR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label entry level DSLR. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 November 2009

Kamera - DSLR Entry Level Full Fitur

Entry Level dengan Fitur Lengkap


Paid Review Indonesia
Dalam catatan ini kita membandingkan DSLR yang oleh produsennya dikategorikan entry level namun memiliki fitur yang lengkap, yaitu:
  • Canon EOS 500D, 15 MP, CMOS sensor, rilis Maret 2009
  • Nikon D5000, 12.3 MP, CMOS sensor, rilis April 2009
  • Olympus E-620, 12.3 MP, NMOS sensor, rilis Februari 2008
  • Pentax K200D, 10.2 MP, CCD sensor, rilis Januari 2008
  • Sony A350/ A380, 14.4 MP, CCD sensor, rilis Januari 2008

Kamera-kamera ini tersedia dengan harga di kisaran Rp 8jt. Catatan yang diperoleh dengan membandingkan spesifikasi kamera-kamera ini dengan fitur Side by Side Comparation di www.dpreview.com adalah:
  1. Canon EOS 500D merupakan kamera dengan resolusi tertinggi (15 MP)
  2. Canon EOS 500D memiliki kemampuan ISO tertinggi hingga 12800, diikuti oleh Nikon D5000 dengan 6400
  3. Pentax K200D memiliki keunggulan dengan 11 point autofokus. Olympus E-620 memiliki teknologi agak berbeda dengan phase-difference
  4. Nikon D5000 unggul dalam white balance dengan 12 posisi alternatif ditambah metode kelvin. Canon EOS 500D dan Sony A350 hanya memiliki 6 alternatif
  5. Olympus E-620 memiliki range shutter speed paling leluasa dengan 1/4000 s.d 60s, yang lain hanya 1/4000 s.d 30s
  6. Olympus E-620 dan nikon D5000 memiliki rentang exposure compensation +- 5 EV, sedangkan yang lain hanya +- 2 EV
  7. Olympus E-620 unggul dalam metering dengan ESP multi pattern, highlight & shadow spot; diikuti oleh Nikon D5000 dengan 3D matrix dan Sony A-350 dengan 40 segmen
  8. Sony A-350 unggul dalam continuous speed (burst rate) hingga 4.5 fps, namun dalam jumlah frame masih dikalahkan oleh Canon EOS 500D yang mampu memotret 170 frame berurutan
  9. Canon EOS 500D dan Nikon D5000 memiliki kemampuan video capture namun Canon EOS 500D unggul dalam resolusi
  10. Olympus E-620 dan Sony A-350 kurang menguntungkan dalam hal pemakaian memory yang 'tidak umum'. Sony menggunakan CF atau Memory Stick Pro sedangkan Olympus menggunakan CF atau xD
  11. Canon EOS 500D memiliki LCD viewer paling luas dan resolusi paling tinggi
  12. Olympus E-620 merupakan kamera paling ringan & ringkas di kelas ini
  13. Olympus E-620 sudah dilengkapi dengan 2 lensa (14-42 mm) dan (42-150 mm) dengan harga Rp 8,3 juta
  14. Olympus E-620, Sony A-350 dan Pentax K200D sudah dilengkapi dengan image stabilizer pada sensornya

Seluruh kamera ini dijual dengan harga sekitar Rp 8 jt kecuali Pentax K200D yang Rp 7,4 juta. Dengan melihat reputasinya, saya pikir tidak perlu meragukan kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera-kamera ini (walaupun masih diengaruhi oleh lensa yang dipakai). Jadi jika Anda tidak memiliki preferensi terhadap merk tertentu, Anda bisa mempertimbangkan Canon EOS 500D untuk kelengkapan fiturnya atau memilih Olympus E-620 untuk kelengkapan 2 lensanya. :-)

Sabtu, 14 November 2009

Kamera - DSLR Entry Level

Klasifikasi yang Kadang Menyesatkan


Entry level adalah istilah yang dipopulerkan oleh produsen kamera untuk DSLR ekonomis produksinya. Sebutan ini sama sekali tidak merujuk pada kualitas gambar yang dihasilkan oleh kamera-kamera di kelas ini. Pengoperasiannya pun tidak jauh berbeda dengan DSLR kelas semi pro. Jadi saya pikir istilah entry level ini bisa jadi menyesatkan, karena orang toh bisa saja langsung membeli DSLR kelas semipro atau pro tanpa harus melakukan pengenalan dengan DSLR di kelas entry level ini.
Perbedaan signifikan dari DSLR entry level dengan kelas-kelas di atasnya adalah pada kemampuan continuous shoot atau burst rate, range shutter speed, dan kualitas material body yang berkonsekuensi pada perbedaan bobot kamera.
Kamera DSLR entry level ini dalam pengamatan saya dibagi lagi menjadi 2 kelompok, yaitu:
  • Budget entry level DSLR dengan harga di kisaran Rp 5jt-an, misalnya:
    1. Canon EOS 1000D
    2. Nikon D3000
    3. Sony A200 dan A230
    4. Olympus E-420
  • Full featured entry level DSLR dengan kisaran harga di sekitar Rp 8jt-an, seperti:
    1. Canon EOS 500D
    2. Nikon D5000
    3. Sony A350 dan A380
    4. Olympus E-520


Budget entry level DSLR


Dari segi kemampuan menghasilkan foto (gambar diam) kelas ini jelas tidak kalah dengan full-featured entry level DSLR. Bahkan jika dibandingkan dengan DSLR semi-pro dari era sebelumnya (misalnya Canon EOS 1000D vs Canon EOS 30D), kamera-kamera budget entry level ini masih punya keunggulan. Untuk perbandingan spesifikasi lengkap, silakan menengok di www.dpreview.com. Fitur yang tak tersedia pada budget entry-level, misalnya:
  • tidak ada kamera di kelas ini yang mempunyai kemampuan video capture
  • tak ada live-view pada Sony A200, A230, dan Olympus E-420
  • Resolusi maksimum 10 MP

Catatan:
  1. Teknologi sensor yang digunakan pada kamera-kamera ini adalah:
    • CMOS pada Canon EOS 1000D
    • NMOS pada Olympus E-420
    • CCD pada Sony A200, A230 dan Nikon D3000
  2. Olympus E-420 menggunakan sensor dengan luas 4/3 inch sedangkan kamera lain menggunakan sensor berukuran APS-C
  3. Olympus E-420 merupakan kamera paling ringan di kelas ini
  4. Sony A200 dan A230 sudah dilengkapi dengan teknologi Image Stabilizer pada sensornya
  5. Nikon D3000 dan Olympus E-420 memiliki kemampuan exposure compensation hingga +- 5 EV, sedangkan Sony A200, A230 dan Canon EOS 1000D hanya +- 2EV
  6. Canon EOS 1000D, Nikon D3000 dan Sony A230 menggunakan memory SD/SDHC, sedangkan Sony A200 dan Olympus E-420 menggunakan Compact Flash
  7. Nikon D3000 dengan layar 3 inch nya memiliki viewer paling lebar

Dari perbandingan di atas, untuk kelas budget entry level DSLR ini saya pikir Sony A230 merupakan pilihan yang terbaik. Adanya teknologi Image Stabilizer akan sangat berguna untuk meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan. Penggunaan memory SD/SDHC memungkinkan penyimpanan file yang besar, harga yang lebih murah & mudah diperoleh.
Pembahasan full-featured entry level DSLR akan dilanjutkan pada posting berikutnya.