Tampilkan postingan dengan label DoF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DoF. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Februari 2010

Tips _ Background yang Blur

Ini juga salah satu pertanyaan yang sering saya dapat:
"Bagaimana caranya supaya background jadi blur?"

Background blur memang pas untuk menguatkan penampilan obyek utama. Untuk memperoleh background yang blur, ukuran sensor, lebar aperture dan jarak fokus lensa (focal length) sangat menentukan.  Konsekuensinya, backgorund yang blur ini lebih sulit diperoleh jika menggunakan kamera poket. Alasannya:
  1. Sensor kamera poket sangat kecil. Agar gambar dapat tampil tajam, ukuran diameter sensor kamera harus lebih besar daripada lebar aperture. Akibat ukuran sesnsor yang kecil, tidak mungkin digunakan aperture lebar (misalnya f/1.8 atau f/1.4). Rata-rata kamera poket memiliki setting aperture terendah f/3.6, hanya beberapa saja yang memiliki setting f/2.8
  2. Focal length kamera poket  bukanlah panjang fokus secara fisika, tetapi panjang ekuivalen terhadap lensa yang digunakan pada media film 35 mm. Lensa dengan jarak fokus 300 mm pada kamera poket sesungguhnya adalah 66 mm pada kamera film.
Tetapi 'sulit' bukan berarti 'tidak mungkin'. Untuk memaksimalkan blur pada background, berikut beberapa patokan yang dapat digunakan:
  1. Jarak antara obyek utama dan background harus cukup jauh. Sebaiknya jarak obyek ke background lebih besar daripada jarak obyek ke kamera.
  2.  Gunakan jarak fokus atau zoom terpanjang (tele-end), sesuaikan jarak obyek utama dengan jarak fokus ini.
  3. Gunakan mode Aperture Priority (A, Av) dan pastikan untuk menempatkan setting pada bukaan paling lebar (angka paling kecil, misalnya f/2.8 atau f/3.6)
  4. Pada kamera digital poket yang tidak memiliki  mode Aperture Priority, gunakan mode portrait atau - jika memungkinkan - mode makro.
  5. Pada kamera DSLR, gunakan lensa dengan bukaan lebar, mialnya f/1.4 atau f/1.8 
Semoga bermanfaat!

Kamis, 10 Desember 2009

Tips - Point of Interest

Memastikan Pesan Tersampaikan dengan Tepat


Point of Interest adalah daya tarik utama yang ingin ditunjukkan dalam sebuah foto. Idealnya, hanya ada 1 (satu) POI dalam foto agar pesan yang ingin disampaikan melalui foto itu sampai pada pemirsa. Ada beberapa teknik untuk memastikan POI ini ditangkap oleh pemirsa:
  1. Fill The Frame

    Dengan obyek utama yang mengisi seluruh frame, sudah kelas bahwa tidak ada obyek lain yang memecahkan perhatian pemirsa. Untuk dapat memenuhi frame dengan obyek, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya

    • Bergerak mendekati obyek
    • Menggunakan lensa tele atau zoom
    • Cropping


  2. Depth of Field

    Dengan mengatur DoF sedemikian rupa, maka obyek utama akan tampak tajam sedangkan lingkungan sekitarnya menjadi blur. Dengan kondisi ini, maka seluruh perhatian akan tertuju pada obyek utama saja. Untuk memcapai DoF yang tipis, langkah yang dapat dilakukan adalah:

    • Set aperture dengan bukaan palung lebar (angka paling rendah)
    • Gunakan zoom terpanjang (tele-end)
    • Jarak background yang cukup jauh dari obyek
    • Menggerakkan kamera mengikuti gerakan obyek

  3. Posisi dan Komposisi

    Penempatan obyek dalam frame akan menentukan seberapa besar perhatian tertarik pada obyek atau bagian dari obyek. Posisi tengah adalah dominan. Atas lebih menarik dari bawah. Posisi pada 1/3 dan perpotongannya akan memberikan tekanan lebih. Misalnya penempatan garis mata model pada 1/3 atas frame.

    Selain itu, keseimbangan & warna juga turut menentukan. Warna terang lebih menarik daripada warna gelap. Warna kuning adalah yang paling menarik perhatian


  4. Garis dan Pola

    Dengan memanfaatkan garis dan pola yang konvergen menuju obyek utama, perhatian dapat digitring ke satu arah


  5. Framing

    Framing adalah pemanfaatan elemen atau obyek tertentu yang ada di sekitar obyek sebagai pembatas, sehingga seluruh perhatian terpusat pada obyek utama


  6. Editing

    Merupakan langkah terakhir jika foto sudah tersimpan dalam bentuk file di memory-card atau hard-disk. Banyak hal dapat dilakukan dalam editing untuk memastikan agar hanya 1(satu) POI dalam foto, misalnya:

    • Cropping, membuang bagian yang tidak penting sekaligus mengatur komposisi
    • Pengaturan cahaya dan warna, dengan menurunkan intensitas cahaya di sekitar obyek atau mengatur tonal warna
    • Blurring lingkungan di sekitar obyek, sehingga opbyek utama tampil lebih mencolok
    • Sharpening, menaikkan ketajaman obyek utama
    • Menghapus obyek lain yang berpotensi memecah perhatian