Minggu, 29 November 2009

Kamera - Apresiasi untuk Samsung

Pemain baru yang Serius


Catatan ini dibuat karena foto-foto yang dihasilkan oleh jajaran kamera Samsung menarik perhatian saya. Koleksi fotonya, silakan lihat di Forum Kamera Digital: Samsung
Pada awal kemunculannya dulu, pemain baru dari Korea ini tak terlalu menarik buat saya. Produk-produknya yang berkisar pada kamera poket dengan harga terjangkau, sepetinya tak jauh berbeda dengan produk asal Cina. Sampai saya lihat Samsung GX-10, kamera DSLR 'kembaran' Pentax K-10D dengan harga sedikit lebih murah, namun tetap bisa menggunakan semua lensa di jajaran Pentax. Kemiripan GX-10 & K-10D bisa diibaratkan kemiripan antara Toyota Avanza - Daihatsu Xenia atau Toyota Rush - Daihatsu Terios :-)
Belakangan ini, saya lihat foto-foto dari kamera-kamera Samsung hasilnya bagus. Bahkan pada kelas poket yang paling murah pun kualitasnya cukup baik. Beberapa kali melihat hasil foto dari Samsung ES15 - kamera samsung dengan harga sedikit di atas 1 juta - yang diposting teman baru di Forum Kamera Digital, bisa disimpulkan bahwa pemain Korea ini SERIUS di semua jajaran produknya dan tidak mengecewakan.
Jadi untuk alternatif kamera poket dengan harga sejutaan yang saya post di catatan sebelumnya Kamera Kompak yang Ekonomis bisa ditambahkan lagi satu pilihan menarik Samsung ES-15

Jumat, 27 November 2009

Teknik - Shutter Speed

Pintu Masuk Cahaya pada Kamera


Shutter adalah alat yang menutup jalan cahaya menuju sensor atau film. Pada kamera yang memiliki viewfinder optis tanpa live-view, shutter akan selalu menutup hingga tombol shutter ditekan saat kamera mengambil gambar. Namun pada kamera yang dilengkapi live-view, shutter selalu dalam kondisi terbuka, atau terdapat lubang kecil yang memungkinkan cahaya masuk ke sensor. Penempatan shutter ditunjukkan secara jelas dengan tanda panah berwarna merah pada konstruksi kamera Sinar berikut ini:

Shutter menentukan seberapa lama sensor (atau film) terekspose oleh cahaya. Pencahayaan yang terlalu singkat akan menghasilkan gambar yang gelap, sedangkan pencahayaan terlalu lama akan menyebabkan gambar washed out, kehilangan warna dan memutih. Lamanya pencahayaan ditandai dengan penyebut dari waktunya, kecuali jika diikuti tanda kutip ganda ("). Angka 400 berarti shutter terbuka 1/400 s, sedangkan angka 5" berarti shutter terbuka selama 5 detik.
Lamanya shutter terbuka harus diimbangi dengan lebar bukaan aperture. Perubahan aperture 1 stop harus diimbangi dengan perubahan 1 stop shutter pada arah yang berlawanan.

Teknik - Aperture

Jalan Masuk Cahaya pada Lensa


Aperture adalah perangkat pada lensa yang berfungsi sebagai jendela masuk cahaya. Pada masa kamera merupakan alat mekanis, pengaturan aperture terdapat pada lensa. Namun sejak munculnya kamera dengan kontrol elektronis, pengaturan aperture dapat dilakukan melalui dial yang terdapat pada body kamera.
Lebar bukaan aperture menentukan berapa banyak cahaya yang dapat masuk pada satu saat melalui lensa menuju ke sensor, ini biasanya diistilahkan dengan pengatur intensitas. Aperture terdiri dari beberapa bilah (blades) yang disusun melingkar. Jumlah bilah & bentuknya berbeda pada setiap jenis lensa.
Aperture 8 bilah

Lebar bukaan aperture ditandai dengan angka yang merupakan penyebut dari diameter bukaan. f/2.8 berarti aperture membuka dengan bukaan 1/2.8 in. sedangkan f/11 berarti membuka 1/11 in. Dengan demikian berarti angka yang lebih kecil menunjukkan bukaan yang lebih lebar.
Diagram bukaan aperture

Bukaan aperture ini akan menentukan seberapa panjang ruang tajam yang ditangkap lensa. Ruang tajam ini biasa diistilahkan dengan DoF (=Depth of Field). Angka aperture yang makin besar akan menghasilkan ruang tajam yang lebih panjang.
Bacaan lebih lanjut: Wikipedia: Aperture

Kamis, 26 November 2009

Aksesoris - Fast lens

Lebih cepat dengan shallow DOF



Yang dimaksud dengan Fast Lens adalah lensa dengan bukaan aperture lebar, yaitu lensa-lensa dengan angka aperture kurang dari f/3.0. Jadi termasuk di dalamnya adalah lensa-lensa f/2.8, f/2.0, f/1.8 atau lebih rendah lagi. Sebutan fast diperoleh dari angka speed shutter yang tinggi ketika lensa ini dipakai memotret.
Agar lebih jelas, contohnya begini:
  • Untuk pemotretan di siang hari, mode A (Av), digunakan ISO 100 dengan aprture f/5.6, maka kamera akan menyesuaikan speed shutter pada angka 1/60 s
  • Dengan kondisi yang sama: siang hari, mode A, (Av), ISO 100, digunakan lensa dengan aperture f/2.8, maka kamera akan menyesuaikan speed shutter pada 1/250 s
Tampak bahwa dengan bukaan lebih lebar (f/2.8) akan diperoleh speed shutter lebih fast, yaitu 1/250. Jika memakai lensa dengan f/1.8, bukan tidak mungkin akan diperoleh shutter speed 1/400 atau 1/500. Intinya, setiap perubahan aperture 1 stop (1 angka), maka shutter speed pun akan mengimbangi dengan perubahan 1 stop ke arah yang berlawanan.
Dengan lensa berbukaan lebar (fast lens) ini, diperoleh speed yang tinggi sehingga mengurangi kemungkinan blur akibat goncangan kamera atau gerakan obyek. Selain itu, diperoleh ruang tajam (DoF - Depth of Field)yang sempit (shallow depth), sangat bagus untuk mengisolasi obyek utama. Lensa ini cocok untuk pemotretan panggung, pemotretan indoor atau dalam kondisi low light.
Canon & Nikon menyediakan lensa ekonomis 50 mm f/1.8 yang dapat digunakan untuk mencicipi tipe fast lens ini.

Rabu, 25 November 2009

Rekayasa Foto - Panning jadi-jadian

Menggerakkan yang Diam dengan Motion Blur


Sudah mencoba teknik panning berkali-kali tapi masih juga belum berhasil?
Yang di bawah ini, sebetulnya bukan pakai panning
Klik pada gambar untuk menampilkan ukuran besar
Ada teknik Photoshopper untuk memperoleh foto pseudo-panning dari sebuah obyek diam. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Buka foto obyek yang akan di-‘panning’ dengan Photoshop. Di sini saya gunakan foto mainan anak saya, Honda Accura 1:30 yang difoto dengan mode makro
  2. 2. Isolasi obyek utama dari latar belakang. Anda dapat menggunakan marquee tools, magic wand, lasso tools atau apa saja, asalkan berhasil mengisolasi obyek dengan rapih
  3. 3. Klik Select  Inverse shingga background menjadi area yang dipilih
  4. 4. Klik Filter  Blur  Motion Blur, pilih setting yang dikehendaki. Dalam contoh ini saya menggunakan setting 30 pixel
  5. 5. Latar belakang sudah bergerak, tapi tentunya aneh klo velg mobil tetap diam, jadi saya select setiap velg dengan marquee tool berbentuk ellips. Untuk memilih ellips marquee tool, tekan & tahan button marquee tool hingga memunculkan semua opsi
  6. 6. Select kedua velg. Jika sulit, Anda dapat melakukannya satu per satu

  7. 7. Klik Filter  Blur  Radial blur, pilih setting yang dikehendaki, di sini saya gunakan angka 20
  8. Foto ‘pseudo-panning’ a la Photoshopper seperti gambar pertama di atas sudah saya pereoleh :-)

Selasa, 24 November 2009

Tips – Background yang ‘Benar’

Jangan sampai mengalahkan Obyek Utama



Sebuah foto adalah laksana panggung dengan seorang penyanyi yang diiringi oleh pemain musik & penari latar. Sang penyanyi adalah Obyek Utama, yaitu sesuatu yang seharusnya menjadi pusat perhatian (POI = Point of interest) sedangkan unsur-unsur lain dalam frame haruslah menjadi pemusik dan penari latar yang mendukung Obyek Utama tetapi tidak boleh mengalahkannya.
Selain penempatan obyek di dalam frame, hal yang harus diperhatikan adalah jangan sampai background menjadi pemecah perhatian (distracting) terhadap obyek. Ada beberapa cara untuk mendapatkan background yang ‘benar’:
  1. Perhatikan background sebelum memotret dan perhatikan kondisi sekeliling untuk memastikan bagian mana yang paling cocok untuk menjadi background. Sebaiknya background jangan terlalu ramai & jangan ada obyek lain yang tampil lebih menarik dari obyek utama. Anda juga dapat:
  2. Mencoba untuk melihat dari berbagai sudut pandang. Mungkin saja menggunakan langit sebagai background dengan mengambil posisi lebih rendah dari obyek, atau justru menjadikan rerumputan sebagai background dengan mengambil posisi lebih tinggi dari obyek
  3. Menggunakan aperture lebar dengan tujuan untuk memeperoleh DOF (Depth of Field) sempit. Penggunaan aperture f/2.8-f/4.0 akan menyebabkan obyek utama tertangkap tajam dengan background yang blur. Penggunaan aperture lebar ini sebaiknya dilakukan bersama dengan
  4. Menempatkan obyek cukup jauh dari benda lain di latar belakang, sehingga obyek merupakan satu-satunya benda yang menempati ruang tajam kamera.
  5. Menggunakan lensa zoom atau mendekati obyek sehingga obyek memenuhi sebagian besar luas frame
  6. ‘Menggerakkan’ obyek bisa berarti
    • memotret obyek bergerak dengan teknik panning
    • menggerakkan kamera dengan lensa tetap terarah & fokus ke obyek

Jika obyek telah terlanjur difoto dengan background yang kurang mendukung, maka jurus pamungkas yang dapat dilakukan adalah editing menggunakan software, dengan kemungkinan:
  1. Membuat bacground blur dengan berbagai macam kemungkinan blurring
  2. Mengganti background

Semoga bermanfaat

Senin, 23 November 2009

Aksesoris - Flash

Siang Bolong pun Diperlukan


Fill-in flash pada foto sebelah kanan menyebabkan wajah anak tampil lebih cerah

Flash merupakan salah satu aksesoris standar yang sangat mempengaruhi hasil foto. Penggunaan flash secara tepat akan menghasilkan gambar yang tajam & cerah, namun jika tidak tepat, gambar justru dapat menjadi gelap, atau terlalu terang (over-exposed).
Untuk menggunakan flash secara tepat, perlu dimengerti berbagai mode yang terdapat pada flash, yaitu:
  1. Auto: Flash secara otomatis akan menyala jika pengukuran cahaya kurang dari yang diharapkan.
  2. On: Flash akan selalu menyala, walaupun pengukuran menunjukkan cahaya yang mencukupi. Mode ini digunakan untuk melakukan fill in - menerangi obyek yang berada dalam bayangan atau mengkompensasi cahaya dari background yang terang
  3. Off: flash tidak akan menyala walaupun cahaya kurang. Mode ini diperlukan untuk memperoleh pencahayaan natural atau mencegah jeda antar pemotretan yang terlalu panjang
  4. Slow sync: Flash akan menyala, namun aperture akan tetap terbuka sampai waktu tertentu. mode ini diperlukan untuk menangkap background di belakang obyek atau untuk mengurangi bayangan gelap di belakang obyek akibat pemakaian flash
  5. Red-eye reduction: Berguna untuk mencegah timbulnya mata merah pada foto manusia. Flash akan menyala sesaat sebelum aperture terbuka (pre-flash) agar pupil mata obyek kembali ke normal saat flash menyala lagi bersamaan dengan terbukanya aperture (pemotretan).

Beberapa catatan untuk penggunaan flash secara tepat:
  1. Perhatikan jarak obyek:
    • Pada kamera poket, flash sebaiknya digunakan pada jarak obyek 1 - 3,5 m. Jika obyek kurang dari 1 m, maka akan terjadi over-exposed (warna memutih/ hilang). Jika jarak obyek lebih dari 3,5 m, cahaya flash tidak dapat lagi menjangkau sehingga obyek akan tampak gelap.
    • Pada kamera DSLR, cahaya flash dapat mencapai jarak hingga 8 m
    • Dalam ruang tertutup, pantulan pada tembok dan langit-langit dapat membantu menambah jarak efektif flash
  2. Perhatikan jarak obyek dengan background: Jika background telalu dekat, cahaya flash akan memunculkan bayangan gelap yang terkadang tampak mengganggu. Atur agar jarak BG cukup jauh, atau gunakan mode slow-sync untuk menghindarkan bayangan yang gelap di belakang obyek
  3. Perhatikan setting flash compensation: Setting ini akan menentukan seberapa kuat cahaya flash. Semakin besar angkanya, maka jarak jangkau makin jauh
  4. Perhatikan arah datangnya cahaya dari sumber luar: Terkadang flash diperlukan untuk 'melawan' arah cahaya yang tidak menguntungkan, misalnya cahaya dari belakang obyek (backlight).
  5. Fill in: yaitu penggunaan flash untuk menangkap detil obyek yang berada dalam bayangan. Bahkan pada siang hari di ruang terbuka, seringkali kita harus tetap menyalakan flash (pada posisi On) untuk melakukan fill in. Misalnya pada contoh di bagian atas artikel ini
  6. Pengaruh penggunaan flash sangat terasa pada kamera digital poket atau prosumer karena waktu pengisian energi untuk flash menyebabkan jeda waktu antar pemotretan bertambah lama. Dalam dokumentasi event yang terjadwal secara ketat, jeda antar pemotretan ini berpotensi kehilangan momen. Dalam kondisi mengejar momen, sedapat mungkin matikan flash (atau gunakan DSLR dengan external flash)

Semoga bermanfaat.